Beranda > Pariwisata, Wisata Budaya, Wisata Sejarah > Tokoh,Pejuang,Pendidik dan Pengusaha Perempuan dari Minangkabau

Tokoh,Pejuang,Pendidik dan Pengusaha Perempuan dari Minangkabau

sitti manggopoh

Tidak banyak orang mengenal pejuang wanita dari Ranah Minang ini. Mungkin karena berjuang di wilayah lokal sehingga keharuman namanya tidak seperti KARTINI. Kartini memiliki keberuntungan – karena di polulerkan oleh Orang Belanda – yang menjadi teman curhat dalam tulisan – tulisan yang bernilai sastra. Kemudian surat -suratnya itu di populerkan dalam suatu thema yang berjudul : HABIS GELAP TERBITAH TERANG. Apa yang dikemukakan KARTINI sangat pas kala itu disaat Hindia Belanda sedang merealisasikan politik balas budi. Meskipun zaman berbeda dari dua orang wanita ini – namun memiliki kesamaan dalam semangat.

Siapakah Sitti Mangopoh ini ?. Sitti Mangopoh adalah perempuan pejuang dari desa kecil terpencil di Kabupaten Agam, Sumatera Barat. “Perempuan pejuang yang berjuang bersama kaum laki-laki tanpa mengenal perbedaan jenis gender. Ia tidak mengusung idealismenya dalam tuntutan  persamaan hak antara laki-laki dan perempuan. Yang dilakukannya adalah menggelorakan semangat anti penjajahan.

Kita mengenal sosok padusi minang yang berkiprah sesuai dengan bidangnya, seperti ROHANA KUDUS, HR RASUNA SAID. RAHMAH EL YUNUSSIAH, dll namun orang tidak ada yang Siti Manggopoh. Sitti Manggopoh turut berjuang untuk mengusir penjajah dari Kampung halamannya dan juga Indonesia pada umumnya.

DR. DAMSAR , sosiolog dari Universitas Andalas Padang mengatakan, Siti Manggopoh merupakan gong perjuangan kebangkitan kaum perempuan dalam kancah politik.  ”Siti Manggopoh berjasa dalam menegakkan marwah rakyat tertindas. Pantas gelar pahlawan Nasional pantas diberikan kepada dia. Gelar tersebut telah diberikan masyarakat Minangkabau, namun belum diberikan oleh Pemerintah Indonesia,” katanya.

Sitti Mangopoh – mengalami nasib yang sama – seperti pejuang yang tidak dikenal lainnya. Terabaikan jasa-jasanya hanya karena Instansi  yang berkompeten atau tokoh – tokoh didaerahnya atau siapapun Ia – tidak gigih memperjuangkannya sebagai pahlawan nasional.

Jika kita bandingkan dengan Raden Ajeng Kartini, perjuangan Siti Manggopoh tidak kalah besarnya dalam sumbangannya bagi bangsa Indonesia.  Apakah Siti Manggopoh layak diberi gelar  pahlawan nasional ?

Bagi masyarakat minangkabau – mengangkat jasa dan kiprah Sitti Mangopoh dalam perjuangan melawan penjajah patut di beri dukungan. Ia sebenarnya adalah pelaku sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Jangankan Ia disebut dalam buku sejarah nasional, jasa Siti Manggopoh hampir tak pernah dikenal dilingkungan masyarakat minangkabau sendiri. Ia seakan tidak dipedulikan. Kalaupun disebut, hanyalah ketika orang mengenang jasa pahlawan – pahlawan wanita lainnya.

Akankah Ia akan bernasib sama dengan peranan Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) yang tidak secara khusus dianggap sebagai pemerintahan yang kedaulatan negara.

Sebagaimana yang ditengarai oleh peneliti dan sejarawan Dr Mestika Zed MA

Laman: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s